Jumat, 27 Desember 2013

16 Feb 2013

TRIBUNNEWS.COM,DUBAI--Mahkamah Dubai, Rabu (13/2), menjatuhkan hukuman mati kepada Hamad Saoud al Sherawi (29) dan hukuman penjara seumur hidup untuk isterinya, Al Anood al Ameri (27)setelah  terbukti menyiksa dan membunuh puterinya sendiri, Wadeema al Sherawi (8). Sementara puteri kedua, Mira (7), menderita luka-luka yang cukup parah.


















 
Dalam perbicaraan yang berjalan selama tujuh bulan itu, para hakim di mahkamah meyakini Hamad telah memukuli anak perempuan itu dengan kabel elektrik dan batang besi, menyiram mereka dengan air mendidih dan cucuh mereka dengan seterika panas atau rokok.

Bahkan, seperti dilansir Kompas.com, Wadeema dan Mira bahkan kerap tak diberi makan, sehingga mereka terpaksa memakan kotorannyanggota polis  Kopral Mubarak Ahmed Taleb memberitahu  mahkamah  , apartemen Hamad Saoud, tempat tertuduh tinggal bersama isteri dan kedua puterinya itu, sangat kotor dan tak layak ditinggali manusia.

"Apartmen itu baunya busuk sekali dan sangat kotor. Hanya ada satu tempat tidur dan perabutan lainnya sangat berselerak. Sampah ada di mana-mana," kata Kopral Mubarak. "Peti sejuk penuh makanan basi sehingga tak ada yang boleh dimakan," lanjut Mubarak.

Mubarak melanjutkan, ketika pasukan penyiasatnya menggeledah apartemen itu, para petugas menemukan dua buah seterika dengan bekas coklat. "Kedua orang ini baru saja membakar anak-anak itu," ujar Mubarak.
Kes ini terbongkar ketika bapa saudara kedua anak kecil itu datang mengunjungi Hamad Saoud di apartmennya di International City, Dubai. Ketika itu, Mira menceritakan penyiksaan itu kepada bapa saudaranya.

Mulanya sang paman menyalahkan Hamad dan isterinya atas kematian Wadeema. Namun, kemudian dia mengubah ceritanya dan mengatakan Hamad adalah sosok ayah yang mencintai anak-anaknya.Seorang pegawai polis Uni Emirat Arab, Essam Obaid, mengatakan, ketika memeriksa Anood al Ameri, dia mengklaim melihat Wadeema muntah-muntah dan dalam kondisi sangat sakit sehingga dia memanggil Hamad.

"Mereka memasukkan Wadeema ke kamar mandi hingga pukul 05.00 pagi dan kembali memeriksanya. Ketika itu dia sudah meninggal. Wadeema muntah kerana dia makan kotorannya sendiri," kata Essam.
Hamad mengatakan, dia tak bermaksud membunuh puterinya itu, tetapi dia tak menyangkal telah memukuli dan menyiksa mereka setiap kali mereka tidak menurut.

Categories: , , , ,

0 komentar:

Posting Komentar

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!